Free Business ConsultationKonsultasi Sekarang
Social Media Specialist AcademyHubungi Kami
Corporate TrainingHubungi Kami
Business SpeakerHubungi Kami
Digital Marketing WorkshopHubungi Kami
Business SeminarHubungi Kami
Free Business ConsultationKonsultasi Sekarang
Social Media Specialist AcademyHubungi Kami
Corporate TrainingHubungi Kami
Business SpeakerHubungi Kami
Digital Marketing WorkshopHubungi Kami
Business SeminarHubungi Kami
Bisnis & Corporate

Barang Laku Belum Tentu Bisnisnya Sudah Terbangun

17 September 2026 | baru saja · 5 MENIT BACA

Barang Laku Belum Tentu Bisnisnya Sudah Terbangun

Ada satu hal yang sering dibahas Coach Yoso Lukito bersama Sekolah Digital Bisnis Indonesia (SDBI) ketika bertemu dengan para business owner: berdagang dan membangun bisnis adalah dua hal yang berbeda.

Saat berdagang, hitungannya cukup mudah. Ada barang. Ada yang beli. Kita mendapatkan margin. Transaksi selesai. Selama penjualan masih berjalan, semuanya terlihat baik-baik saja. Masalah biasanya mulai terasa ketika usaha ingin dibesarkan.

Kalau Owner Tidak Turun Tangan, Bisnis Tetap Jalan?

Coba lihat bisnis kita sendiri.

Siapa yang mencari customer? Siapa yang follow up? Siapa yang menangani komplain? Siapa yang menentukan harga? Siapa yang mengecek pekerjaan tim? Bahkan untuk keputusan-keputusan kecil, apakah semuanya masih harus bertanya kepada owner?

Kalau hampir semuanya masih berhenti di owner, sebenarnya ada pekerjaan rumah yang perlu diselesaikan.

Bisnis membutuhkan sistem.

Tim perlu tahu apa yang harus dikerjakan, siapa yang bertanggung jawab, targetnya apa, dan bagaimana pekerjaan tersebut dievaluasi.

Owner tetap memegang kendali, tetapi tidak harus mengerjakan semuanya sendiri.

Customer Sudah Beli, Setelah Itu Apa?

Pertanyaan lain yang sering terlewat adalah apa yang terjadi setelah transaksi pertama. Banyak bisnis bekerja keras mencari customer baru setiap hari. Iklan dijalankan lagi, konten dibuat lagi, tim sales mencari prospek lagi.

Padahal sudah ada orang yang pernah percaya dan membeli.

Apakah datanya tersimpan? Apakah customer tersebut pernah dihubungi kembali? Apakah kita tahu kapan mereka kemungkinan membutuhkan produk kita lagi?

Di sinilah database customer dan repeat order mulai berperan.

Bisnis yang sehat perlu mempunyai cara untuk mendatangkan customer, melayani mereka dengan baik, menjaga hubungan, lalu membuka peluang agar mereka kembali membeli.

Omzet Naik, Coba Lihat Marginnya

Angka omzet memang menyenangkan untuk dilihat. Dari Rp100 juta menjadi Rp300 juta. Kemudian mengejar Rp500 juta.

Tetapi Coach Yoso juga mengajak business owner melihat angka di belakang omzet tersebut.

Berapa biaya iklannya? Berapa biaya tim? Berapa biaya operasionalnya? Berapa margin yang tersisa? Bagaimana cash flow-nya?

Jangan sampai omzet bertambah tiga kali lipat, tetapi keuntungan justru semakin tipis. Karena itu, pertumbuhan bisnis perlu dilihat dari kondisi perusahaan secara utuh.

Baca Juga : Sekolah Digital Bisnis Indonesia Terima Audiensi Anggota DPRD Jambi, Bahas Penguatan Ekonomi Kreatif Menuju Indonesia Emas

Dari Berdagang Menuju Bisnis yang Bisa Bertumbuh

Inilah yang terus dibawa Coach Yoso Lukito dan Sekolah Digital Bisnis Indonesia dalam berbagai diskusi dan kegiatan bersama para pelaku usaha.

Kalau ingin naik level, mulai perhatikan enam hal ini : brand, sistem, tim, database customer, cash flow, dan strategi pertumbuhan.

Produknya tetap harus laku. Penjualan tetap penting. Tetapi setelah transaksi terjadi, pekerjaan seorang business owner masih panjang. Pada akhirnya, salah satu ukuran yang menarik untuk ditanyakan adalah :

“Kalau saya sebagai owner tidak ada di kantor beberapa hari, bisnis ini tetap bisa berjalan dengan baik atau tidak?”

Jawabannya bisa menjadi gambaran seberapa jauh kita sudah membangun bisnis.

Ingin Berdiskusi tentang Pengembangan Bisnis?

Bagi business owner yang sedang membangun sistem, tim, pemasaran, dan strategi pertumbuhan perusahaan, Sekolah Digital Bisnis Indonesia membuka ruang untuk diskusi dan kolaborasi.

Tania 0852-1143-6032 WhatsApp Tania

Siap Bertumbuh Bersama SDBI?

Konsultasikan strategi digital marketing dan transformasi bisnis Anda bersama tim ahli kami.

Konsultasi Gratis Sekarang