Kolaborasi dan Transformasi Digital untuk Mendorong Ekonomi Kreatif Daerah
Sekolah Digital Bisnis Indonesia (SDBI) menerima kunjungan dan audiensi Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Jambi dari Fraksi PKS di kantor Sekolah Digital Bisnis Indonesia. Pertemuan tersebut menjadi ruang diskusi mengenai pengembangan ekonomi kreatif, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, dan pemanfaatan digitalisasi untuk membuka peluang ekonomi baru di daerah.
Audiensi bersama Coach Yoso Lukito, Founder Sekolah Digital Bisnis Indonesia, ini juga menjadi bagian dari upaya membangun kolaborasi antara praktisi, lembaga pendidikan, dan pemangku kebijakan dalam menghadapi perubahan ekonomi yang semakin dipengaruhi teknologi digital.
Ekonomi Kreatif Membutuhkan SDM yang Siap Digital
Perkembangan teknologi membuat peluang usaha tidak lagi dibatasi wilayah. Pelaku UMKM dan ekonomi kreatif daerah kini dapat memperkenalkan produk kepada pasar yang lebih luas melalui website, media sosial, marketplace, digital advertising, hingga berbagai teknologi berbasis Artificial Intelligence.
Namun, akses teknologi saja belum cukup.
Menurut Coach Yoso Lukito, penguatan ekonomi kreatif perlu dimulai dari peningkatan kemampuan sumber daya manusianya.
“Transformasi digital bukan hanya tentang menggunakan teknologi. Yang perlu dibangun adalah manusianya, supaya teknologi tersebut benar-benar bisa digunakan untuk menciptakan peluang, meningkatkan daya saing, dan memberikan dampak ekonomi.”
Karena itu, literasi digital perlu diarahkan lebih jauh dari kemampuan menggunakan media sosial. Pelaku usaha juga perlu memahami branding, digital marketing, SEO, pemanfaatan AI, strategi konten, hingga cara mengukur efektivitas pemasaran berdasarkan data.
Audiensi Membahas Peluang Penguatan Ekonomi Kreatif
Dalam pertemuan tersebut, pembahasan diarahkan pada peluang peningkatan ekonomi kreatif serta bagaimana pengembangan kompetensi digital dapat mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Bagi Sekolah Digital Bisnis Indonesia, kolaborasi dengan berbagai pihak menjadi penting karena kebutuhan digitalisasi setiap daerah dapat berbeda. Strategi yang diterapkan perlu mempertimbangkan potensi ekonomi lokal, kesiapan SDM, karakter pelaku usaha, hingga akses pasar.
Penguatan kapasitas juga perlu dilakukan secara berkelanjutan. Pelatihan seharusnya tidak berhenti pada pemahaman teori, tetapi diarahkan hingga peserta mampu menerapkannya dalam aktivitas usaha.
Baca Juga : "AI Mulai Mengubah Cara Customer Mencari Produk, Coach Yoso Lukito Bahas Strateginya di Bootcamp AI SEO Bandung
Digitalisasi Ekonomi Kreatif sebagai Bagian Menuju Indonesia Emas
Pertemuan antara Anggota Komisi IV DPRD Jambi dan Sekolah Digital Bisnis Indonesia menjadi salah satu bentuk dialog yang diharapkan dapat membuka peluang kolaborasi lebih luas ke depan.
Indonesia Emas membutuhkan masyarakat yang mampu beradaptasi dengan perubahan. Salah satu fondasinya adalah SDM yang memiliki keterampilan digital dan mampu mengubah teknologi menjadi peluang ekonomi nyata.
Melalui edukasi dan kolaborasi, SDBI bersama Coach Yoso Lukito berkomitmen untuk terus mengambil bagian dalam peningkatan kompetensi digital masyarakat dan pengembangan ekonomi kreatif Indonesia.
Ingin Berkolaborasi dengan Sekolah Digital Bisnis Indonesia?
Untuk pemerintah daerah, institusi, komunitas, perusahaan, atau organisasi yang ingin berdiskusi mengenai pelatihan digital marketing, AI, SEO, pengembangan UMKM, dan transformasi ekonomi kreatif, silakan menghubungi:
Tania WhatsApp Tania
Head Office :
Sekolah Digital Bisnis Indonesia (SDBI Digital Marketing Agency)
Alamat: Graha Multipiranti, Jl. Radin Inten II No.2 8, RT.8/RW.10, Duren Sawit, Kec. Duren Sawit, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13440



