Dalam menjalankan bisnis, ada kalanya kita terlalu dekat dengan persoalan yang sedang dihadapi. Setiap hari bertemu dengan produk yang sama, angka yang sama, tim yang sama, dan tantangan yang kurang lebih sama.
Di kondisi seperti ini, berdiskusi dengan orang lain bisa membuka cara pandang yang sebelumnya belum terpikirkan.
Hal tersebut yang terlihat dalam discussion session Founder dan jajaran BOD Almaz Group bersama Coach Yoso Lukito dari Sekolah Digital Bisnis Indonesia (SDBI).
Hadir dalam diskusi tersebut Okta Wirawan selaku Founder Almaz Group, bersama Bram Dwi Raditya, CEO Almaz Group, Soejatmiko Prasetyo, CFO Almaz Group, dan jajaran BOD Almaz Group.
Pertemuannya berlangsung dalam format diskusi. Banyak pertanyaan, pertukaran pandangan, serta pembahasan mengenai strategi yang sedang dan akan dijalankan oleh Almaz Group.
Mencari Perspektif Baru untuk Melihat Bisnis
Seorang founder tentu mengenal bisnisnya dengan sangat dalam. Begitu pula jajaran BOD yang setiap hari berhadapan langsung dengan berbagai keputusan perusahaan. Tetapi justru karena berada di dalam bisnis setiap hari, terkadang dibutuhkan pandangan dari luar.
Dalam sesi bersama Coach Yoso Lukito, Founder dan BOD Almaz Group menggali perspektif lain terhadap strategi bisnis mereka. Beberapa hal dilihat kembali dari sudut yang berbeda, kemudian didiskusikan untuk menemukan kemungkinan pendekatan yang dapat dikembangkan.
Diskusi seperti ini penting karena strategi bisnis tidak selalu lahir dari satu jawaban yang langsung dianggap paling benar.
Kadang justru dimulai dari pertanyaan baru.
“Apakah selama ini kita melihat masalahnya dari sudut yang tepat?”
Berdagang dan Berbisnis Membutuhkan Cara Berpikir yang Berbeda
Salah satu benang merah dalam pembahasan tersebut adalah tentang perbedaan berdagang dan berbisnis.
Ketika berdagang, perhatian terbesar biasanya ada pada transaksi: produk terjual, ada margin, kemudian mendapatkan keuntungan.
Ketika sudah berbicara mengenai bisnis dan pertumbuhan perusahaan, ruang berpikirnya menjadi jauh lebih luas.
Ada strategi. Ada orang-orang yang harus bergerak dalam arah yang sama. Ada pasar yang terus berubah. Ada keputusan yang dampaknya mungkin baru terlihat beberapa bulan atau beberapa tahun berikutnya.
Karena itu, seorang founder dan jajaran manajemen perlu terus memperbarui perspektif.
Apa yang berhasil kemarin belum tentu menjadi strategi yang paling tepat untuk fase perusahaan berikutnya.
Baca Juga : Barang Laku Belum Tentu Bisnisnya Sudah Terbangun
Diskusi Bisnis Tidak Harus Selalu Berakhir dengan Jawaban Instan
Ini juga yang menarik dari pertemuan Almaz Group bersama Coach Yoso Lukito dan Sekolah Digital Bisnis Indonesia. Tujuan sebuah diskusi strategis tidak selalu mencari satu formula yang langsung diterapkan besok pagi.
Nilainya bisa muncul ketika founder mendapatkan pertanyaan baru, melihat peluang dari sudut berbeda, atau menemukan bagian dari strateginya yang ternyata masih dapat dikembangkan.
Dari situlah keputusan berikutnya dapat disusun dengan pertimbangan yang lebih luas. Bagi Sekolah Digital Bisnis Indonesia, ruang diskusi seperti ini menjadi bagian dari proses belajar bisnis yang penting.
Karena semakin besar sebuah perusahaan, semakin dibutuhkan keberanian untuk tetap belajar, bertukar pikiran, dan membuka diri terhadap perspektif baru.
Ingin Mengadakan Business Discussion bersama Coach Yoso Lukito?
Untuk founder, jajaran BOD, perusahaan, maupun organisasi yang ingin mengadakan business discussion, executive session, corporate workshop, atau strategic discussion bersama Coach Yoso Lukito dan Sekolah Digital Bisnis Indonesia, dapat menghubungi:
Tania WhatsApp Tania
Head Office :
Sekolah Digital Bisnis Indonesia (SDBI Digital Marketing Agency)
Alamat: Graha Multipiranti, Jl. Radin Inten II No.2 8, RT.8/RW.10, Duren Sawit, Kec. Duren Sawit, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13440



