Menghitung biaya per kilometer, menetapkan minimum order, dan menggabungkan rute agar pengiriman tidak menjadi sumber rugi
Bagi usaha ekspedisi, distribusi, dan pengantaran barang, bahan bakar adalah biaya yang tidak bisa ditawar. Ketika harga solar atau Dexlite berubah, ongkir yang ditetapkan beberapa bulan lalu bisa mendadak tidak menutup biaya. Sering kali pemilik baru sadar ketika setoran bulanan terasa janggal.
Baca juga: Sekolah Digital Bisnis Indoensia Dampingi Strategi Paketin Cargo Menjangkau Indonesia Lebih Luas
Per 1 Oktober 2026, harga BBM Pertamina untuk Pertalite tetap Rp10.000 per liter dan Pertamax Rp15.950 per liter di wilayah Jawa-Bali (Kompas.com). Harga Dexlite dan solar berbeda tiap wilayah dan dapat berubah setiap bulan, jadi cek angka terbaru di situs resmi Pertamina sebelum dipakai dalam hitungan.
Ongkir Lama, Biaya Armada Baru
Banyak usaha mengirim barang dengan tarif tetap per paket atau per rute. Tarif itu dihitung ketika harga BBM dan biaya servis berbeda. Begitu biaya armada naik, setiap pengiriman perlahan menjadi sumber rugi, terutama untuk rute jauh dengan muatan kecil.
Pengiriman Ramai, Untung Menipis
Jika jumlah pengiriman naik tetapi tarif tidak disesuaikan, usaha tampak sibuk sementara laba tergerus. Menaikkan ongkir sekaligus tanpa penjelasan juga berisiko membuat pelanggan pindah. Karena itu diperlukan hitungan yang rinci dan komunikasi yang rapi.
Empat Langkah
1. Hitung biaya per kilometer. Jumlahkan BBM, perawatan, ban, penyusutan kendaraan, gaji pengemudi, serta tol dan parkir, lalu bagi dengan jarak tempuh per bulan. Dari sini Anda tahu biaya dasar tiap rute. Hitung dari data armada Anda sendiri.
2. Tetapkan minimum order atau minimum berat. Pengiriman muatan kecil ke tujuan jauh adalah yang paling merugikan. Berikan batas minimal atau tarif dasar yang menutup biaya.
3. Gabungkan rute. Atur jadwal pengiriman per area dan hari tertentu agar satu kendaraan melayani banyak tujuan. Penghematan jarak langsung menurunkan biaya BBM.
4. Komunikasikan kenaikan ongkir dengan jelas. Contoh: "Mulai bulan depan tarif menyesuaikan karena kenaikan biaya operasional armada. Untuk pelanggan rutin, tersedia paket pengiriman terjadwal dengan tarif lebih ringan." Beri alasan dan alternatif.
Tambahkan Nilai agar Tarif Baru Diterima
Pelanggan lebih menerima tarif naik bila ada nilai tambah: pelacakan pengiriman, jaminan waktu tiba, asuransi barang, atau layanan jemput. Penawaran seperti ini dibahas pada strategi menyusun penawaran tanpa diskon.
Pantau Data Rute
Catat jarak, muatan, waktu, dan biaya tiap rute selama satu bulan. Rute dengan biaya per paket tertinggi ditinjau lebih dulu. Konsep logistik dan manajemen rantai pasok membantu memahami efisiensi distribusi secara lebih luas.
Ongkir Adalah Produk yang Harus Menguntungkan
Bagi konsultan strategi bisnis, tarif pengiriman perlu diperlakukan seperti harga produk: dihitung dari biaya, dibandingkan dengan margin target, dan dikomunikasikan dengan nilai. Yoso Lukito dan tim Sekolah Digital Bisnis Indonesia (SDBI) menganjurkan usaha logistik meninjau profit per rute di samping jumlah paket, agar pertumbuhan volume tidak berubah menjadi pertumbuhan kerugian.
Metrik yang Dipantau
Biaya per kilometer, biaya per paket, load factor (persentase muatan terhadap kapasitas), margin per rute, dan persentase pengiriman tepat waktu.
Mulai dari Tiga Rute
Pilih tiga rute paling sering, hitung biaya per paket, dan bandingkan dengan ongkir yang Anda tagihkan. Jika ingin ditemani merapikan struktur tarif, SDBI menyediakan Business & Digital Consulting.
Konsultasi hubungi:
WhatsApp : Tania
WhatsApp : Dahlia
Instagram : sekolahdigitalbisnisindonesia
Alamat : Graha Multipiranti, Jl. Radin Inten II No. 8, RT.8/RW.10, Duren Sawit, Jakarta Timur 13440



