Free Business ConsultationKonsultasi Sekarang
Social Media Specialist AcademyHubungi Kami
Corporate TrainingHubungi Kami
Business SpeakerHubungi Kami
Digital Marketing WorkshopHubungi Kami
Business SeminarHubungi Kami
Bisnis & Corporate

Masih Jadi Karyawan Tapi Ingin Bangun Bisnis?

29 Agustus 2026 | 1 bulan lalu · 5 MENIT BACA

Masih Jadi Karyawan Tapi Ingin Bangun Bisnis?

Ini 3 Pondasi yang Selalu Saya Sarankan Sebelum Resign

Banyak orang bertanya kepada saya, "Kapan waktu yang tepat untuk resign dan membangun bisnis?"

Jawaban saya sering kali berbeda dari yang mereka harapkan.

Saya justru tidak menyarankan seseorang terburu-buru keluar dari pekerjaannya hanya karena ingin menjadi entrepreneur. Menurut saya, posisi sebagai karyawan justru bisa menjadi fase terbaik untuk menyiapkan fondasi bisnis. Selama masih memiliki penghasilan tetap setiap bulan, Anda memiliki "oksigen" finansial yang bisa digunakan untuk belajar, bereksperimen, dan membangun bisnis dengan lebih tenang.

Yang terpenting bukan seberapa cepat Anda resign, tetapi seberapa siap Anda membangun bisnis yang mampu bertahan dalam jangka panjang.

1. Bangun Skill yang Bisa Dijual, Bukan Hanya Skill untuk Kantor

Salah satu kesalahan yang sering saya temui adalah seseorang bekerja bertahun-tahun, tetapi keahliannya hanya relevan di perusahaan tempat ia bekerja.

Jika suatu hari berhenti bekerja, ia harus memulai semuanya dari nol.

Karena itu, saya selalu menyarankan untuk mulai membangun keterampilan yang memiliki nilai di pasar, seperti digital marketing, sales, public speaking, content creation, leadership, negosiasi, networking, dan personal branding.

Dalam bisnis, aset terbesar bukan hanya modal uang, tetapi kemampuan menghasilkan nilai yang bersedia dibayar oleh orang lain.

2. Gunakan Gaji untuk Membangun Masa Depan, Bukan Hanya Membiayai Gaya Hidup

Gaji bulanan seharusnya tidak hanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan hari ini.

Sebagian penghasilan perlu dialokasikan untuk dana darurat, pembelajaran, modal usaha, dan eksperimen bisnis.

Saya sering menyarankan agar mulai mengalokasikan sekitar 10–30% pendapatan untuk investasi pada aset produktif atau pengembangan bisnis. Dengan cara ini, ketika saatnya memulai usaha, Anda tidak memulai dari kondisi yang serba terburu-buru.

Baca Juga : Bridge The Legacy

3. Bangun Reputasi Sebelum Membangun Perusahaan

Banyak calon entrepreneur baru mulai membangun jaringan setelah resign.

Menurut saya, justru sebaliknya.

Gunakan masa bekerja untuk memperluas relasi, memahami pasar, mengenal supplier, membangun audiens di media sosial, serta memperkuat personal branding.

Di era digital, orang tidak hanya membeli produk. Mereka juga membeli kepercayaan.

Semakin dikenal sebagai seseorang yang ahli di bidang tertentu, semakin mudah Anda membangun bisnis ketika waktunya tiba.

Menjadi Entrepreneur Adalah Proses, Bukan Keputusan Sesaat

Saya percaya bahwa membangun bisnis bukanlah tentang keberanian resign, tetapi tentang kesiapan.

Gunakan masa menjadi karyawan sebagai kesempatan untuk mempelajari sistem kerja, memahami pelanggan, mengembangkan kemampuan, serta membangun fondasi finansial yang sehat.

Ketika pondasi tersebut sudah kuat, keputusan untuk membangun bisnis akan menjadi jauh lebih terukur. Bagi saya, tujuan bekerja bukan hanya memperoleh gaji, tetapi juga mempersiapkan masa depan yang lebih besar.

Karena bisnis yang bertahan lama selalu dibangun dari persiapan yang matang, bukan sekadar keberanian mengambil risiko.

Yoso Lukito

Siap Bertumbuh Bersama SDBI?

Konsultasikan strategi digital marketing dan transformasi bisnis Anda bersama tim ahli kami.

Konsultasi Gratis Sekarang