Bogor, 23 April 2025 — Lembaga Amil Zakat (LAZ) Rabbani kembali menunjukkan komitmennya dalam pemberdayaan masyarakat melalui pelaksanaan Program Pemberdayaan Masyarakat Rabbani. Bertempat di Hotel Swis-Belcourt Bogor, program ini dihadiri oleh lebih dari 100 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dari Kabupaten Bogor.
Acara ini menjadi bagian dari rangkaian besar inisiatif pemberdayaan yang dilaksanakan LAZ Rabbani, dengan tujuan utama meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat, terutama para mustahik (penerima manfaat zakat). Ketua LAZ Rabbani, Bapak Muhammad Faried, menegaskan bahwa program ini akan terus berlanjut dan diperluas jangkauannya. " Program Pemberdayaan ini akan terus berjalan dan akan semakin banyak menjangkau khalayak masyarakat agar semakin banyak kemanfaatan yang bisa dihadirkan, serta semakin banyak masyarakat yang bisa mandiri, terutama secara ekonomi, keluar dari tingkat kemiskinan. Tentunya, sinergi dengan semua pihak sangat penting agar pengawasan dan evaluasi program pemberdayaan ini bisa berjalan dengan baik dan maksimal," ujar Muhammad Faried.
Dalam kesempatan ini, LAZ Rabbani juga meluncurkan program khusus untuk UMKM, yaitu Bootcamp Digital Marketing. Melalui pelatihan ini, para pelaku UMKM diberikan bekal keterampilan dalam memanfaatkan teknologi digital untuk pengembangan usaha mereka. "Kami ingin UMKM yang ada di Bogor ini memiliki ilmu untuk berkompetisi lebih maksimal lagi. Karena sekarang zamannya digital, mereka harus melek dengan dunia digital," tutur Muhammad Faried dalam sambutannya.
Untuk mengoptimalkan pelatihan ini, LAZ Rabbani menggandeng Sekolah Digital Bisnis Indonesia (SDBI) yang dipimpin oleh Coach Yoso Lukito, seorang praktisi digital marketing dengan pengalaman luas dalam menangani berbagai brand di berbagai industri. Program ini dipimpin langsung oleh Coach Yoso Lukito dan timnya, memberikan pelatihan berbasis praktik agar para peserta mampu mengaplikasikan ilmunya secara nyata di usaha masing-masing.
Dalam sambutannya, Coach Yoso Lukito menegaskan pentingnya kemampuan digital bagi pelaku UMKM di era sekarang.
"Program ini kami hadirkan untuk menjadi fasilitator bagi para UMKM yang membutuhkan keahlian digital agar bisa bertahan dan bersaing di dunia usaha yang semakin mengandalkan teknologi. Kita tidak bisa lagi mengandalkan cara-cara lama; hari ini, siapa yang paham digital, dia yang bertahan," ujar Coach Yoso.
Selain program untuk UMKM, LAZ Rabbani juga memperkenalkan Program Beasiswa Social Media Specialist. Program ini ditujukan khusus bagi anak-anak muda dari keluarga mustahik yang tidak memiliki kesempatan untuk melanjutkan pendidikan tinggi. Para peserta akan mengikuti pelatihan intensif selama tiga bulan bersama para praktisi ahli, termasuk Coach Yoso Lukito. Setelah menyelesaikan program, peserta akan diarahkan untuk mengikuti program magang di berbagai perusahaan atau lembaga untuk mempercepat adaptasi terhadap kebutuhan dunia kerja.
Selain dua program tersebut, LAZ Rabbani juga mengadakan seremonial penyerahan simbolis untuk berbagai program pemberdayaan lainnya, di antaranya:
• Program Pemberdayaan Masyarakat Pertanian dan Peternakan bekerjasama dengan DPMA IPB dan Batalyon POMAD Jonggol,
• Program Pelatihan Barista Coffee dan Pelatihan Teknisi Mesin Kopi bekerjasama dengan Pengusaha Kopi Muslim,
• Program Pelatihan Teknisi AC bekerjasama dengan Jabar Berkah Mandiri,
• Program Pemberdayaan Disabilitas bekerjasama dengan komunitas disabilitas.
Kegiatan ini juga mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak, di antaranya perwakilan dari Kementerian Agama Republik Indonesia, Kanwil Kemenag Jawa Barat, Kantor Kemenag Kabupaten Bogor, MUI Kabupaten Bogor, serta perwakilan Pemerintah Kabupaten Bogor.
Melalui program-program strategis ini, LAZ Rabbani berharap dalam 2–3 tahun ke depan, para mustahik yang dibina dapat berkembang menjadi mutashaddiq (pemberi zakat) atau bahkan muzakki (pembayar zakat), sehingga mampu memberikan manfaat yang lebih luas kepada masyarakat.
Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada pemberdayaan ekonomi, tetapi juga membangun mentalitas, keterampilan, dan jaringan sosial para peserta, sejalan dengan prinsip zakat dalam Islam untuk mendorong kesejahteraan sosial yang berkelanjutan.



