Bagaimana strategi digital marketing mampu menyelamatkan bisnis yang sedang terpuruk?
Inilah yang dialami Pevesindo, salah satu brand penyedia PVC dan aksesoris bangunan di Makassar, sebelum bertransformasi bersama Sekolah Digital Bisnis Indonesia (SDBI).
Baca juga: Kolaborasi untuk Membangun Bisnis yang Tangguh dan Tumbuh Bersama
Dalam waktu singkat, kondisi bisnis yang sebelumnya minus dan stagnan berhasil berbalik arah menjadi surplus, pelanggan bertambah, sistem marketing lebih terarah, dan merek semakin dipercaya pasar.
Masalah Utama Pevesindo Sebelum Transformasi
Sebelum berkolaborasi dengan SDBI, Pevesindo menghadapi tantangan berat:
- Brand belum dikenal luas secara digital
- Kompetitor lebih agresif dalam pemasaran online
- Tidak ada sistem pengumpulan dan pengolahan leads
- Strategi konten kurang terarah dan tidak terukur
- Biaya marketing tidak efisien dan ROI rendah
Akibatnya?
Penjualan stagnan dan margin keuntungan tergerus.
Transformasi Digital Marketing yang Terukur
Bersama Coach Yoso Lukito, CEO & Founder Sekolah Digital Bisnis Indonesia sekaligus Digital Marketing Consultant, Pevesindo menjalani pendampingan intensif dengan fokus utama:
1. Reposisi & Branding Ulang
- Menegaskan positioning sebagai solusi PVC berkualitas untuk proyek konstruksi
- Storytelling brand yang memperkuat trust dan kualitas
2. Lead Generation Machine
- Penerapan funnel penjualan digital yang teruji
- Semua leads dari media sosial dan website diolah hingga closing
3. Konten Marketing Berbasis Value
- Edukasi pasar tentang keunggulan produk
- Membentuk persepsi brand yang profesional dan kompeten
4. Iklan Digital yang Terkontrol ROI-nya
- Optimasi anggaran iklan agar setiap rupiah bekerja menghasilkan penjualan
- Monitoring KPI rutin untuk menjaga efisiensi
5. Digital Sales Operation
- Pendampingan tim internal agar siap eksekusi & sustain
Hasilnya? Tidak hanya bertahan, Pevesindo kini tumbuh lebih kuat.
Apa Pelajaran yang Bisa Dicontoh Bisnis Lain?
3 insight penting untuk pemilik UMKM & korporat:
- Jangan menunggu penjualan menurun lebih jauh. Digitalisasi strategi pemasaran harus dimulai sebelum krisis terjadi.
- Fokus pada customer value, bukan hanya promosi. Edukasikan, bantu, dan yakinkan pelanggan sebelum menjual.
- Data harus jadi dasar setiap keputusan. Tanpa analitik, bisnis berjalan dalam gelap.
Kenapa Harus Bersama Sekolah Digital Bisnis Indonesia?
SDBI bukan sekadar konsultan.
Kami mitra transformasi yang bekerja sampai hasilnya terlihat:
- Strategi selalu customized dengan kondisi bisnis
- Dijalankan langsung oleh praktisi yang sudah terbukti
- Ada monitoring dan pendampingan rutin
- Fokus pada peningkatan profit, bukan sekadar followers
"Kami bukan yang terbaik. Tapi kami selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk setiap bisnis yang kami dampingi."
Hubungi tim kami untuk diskusi pertama:
- Tania: wa.me/6285211436032
- Dahlia: wa.me/6281299601987
- Instagram: @sekolahdigitalbisnisindonesia



