Dalam dunia bisnis yang penuh persaingan dan hiruk pikuk angka, kita sering kali terjebak dalam satu tujuan sempit: mengejar keuntungan sebesar-besarnya. Namun, apakah benar bisnis hanya soal profit? Di Sekolah Digital Bisnis Indonesia (SDBI), kami percaya bahwa bisnis yang benar bukan hanya soal angka, tapi juga soal keberkahan.
Baca juga: Ternyata Benar Ya, Bisnis Tanpa Hutang Apalagi Hutang Riba Itu Menenangkan!
Intimate Business, Ruang Refleksi Para Pengusaha
Itulah semangat yang kami bawa dalam acara Intimate Business, hasil kolaborasi antara SDBI dan LAZ Rabbani. Acara ini mempertemukan lebih dari 80 pengusaha dari berbagai bidang dalam suasana hangat, penuh ide, dan spiritualitas. Di balik networking dan diskusi strategi, kami membangun ruang refleksi, mengajak para pelaku bisnis untuk merenung: ke mana arah usaha kita sebenarnya?
Bisnis sebagai Bentuk Ibadah
Acara ini menjadi semakin istimewa dengan kehadiran dua guru yang sangat kami hormati, Ustadz Erwandi Tarmizi dan Ustadz Sofyan Baswedan. Mereka membukakan pemahaman bahwa bisnis dalam Islam bukan sekadar aktivitas ekonomi, tapi bentuk ibadah. Setiap keputusan bisnis, mulai dari memilih supplier hingga menetapkan harga, harus dilandasi oleh niat yang lurus dan prinsip syariat.
Kami diajak untuk meninjau ulang hal-hal yang sering dianggap "sepele" dalam bisnis seperti kehalalan transaksi, kejujuran dalam promosi, dan tanggung jawab sosial terhadap sesama. Karena sejatinya, uang yang masuk ke kantong kita akan dipertanggungjawabkan. Strategi yang cerdas tanpa integritas hanya akan menjadi ilusi keberhasilan.
Menyelaraskan Niat dan Orientasi Usaha
Lebih dari sekadar forum bisnis, acara ini adalah momen menyelaraskan niat dan orientasi hidup. Bahwa tujuan akhir dari usaha bukan semata popularitas atau pencapaian materi, tetapi ridha Allah Ta'ala. Kita tidak hanya dituntut menjadi pebisnis sukses, tetapi juga hamba Allah yang amanah dan bertanggung jawab.
Mencetak Pengusaha Berjiwa Robbani
Semangat keberkahan ini menjadi fondasi yang ingin kami sebarkan kepada seluruh alumni dan peserta didik SDBI. Kami tidak hanya ingin mencetak digital marketer atau pengusaha digital yang kompeten, tetapi juga pengusaha yang berjiwa robbani yang menjadikan bisnis sebagai ladang amal dan kontribusi sosial.
Acara Intimate Business ini semoga menjadi awal dari lebih banyak gerakan yang menyatukan ilmu bisnis modern dengan nilai-nilai Islam, memperkuat ekosistem wirausaha Muslim yang bukan hanya kuat secara ekonomi, tapi juga luhur secara akhlak.
Mari kita terus bergerak, bukan hanya menuju omzet miliaran, tapi menuju bisnis yang diridhai dan diberkahi.
Bismillah, semoga langkah kecil ini membuka jalan menuju perubahan besar untuk Indonesia yang lebih kuat, adil, dan bertakwa melalui jalur bisnis.



